Pariwara

Followers

Jodan Tsuki... eh Jodan Zuki

Posted by Yonatan Adi on 11:15 AM

Jodan zuki...

... sebuah istilah yang tentu sangat familier untuk para praktisi budo (seni beladiri) pada umumnya dan khususnya bagi para kenshi (praktisi Shorinji kempo).

Namun sayang istilah ini telah mengalami (atau lebih tepatnya di-) over simplified (walah bahasanya ;D) menjadi sekedar sebuah "teknik pukulan menggunakan kepalan tangan ke arah kepala lawan." Padahal kalau kita mau tinjau lebih dalam, berdasarkan definisi dari kata per kata, jodan zuki adalah istilah yang sangat general dan tidak hanya memiliki satu macam arti (itu) saja.

Oh iya... sebelum saya lanjutkan, ide untuk menulis postingan ini menyeruak setelah saya ngobrol dengan salah seorang kohai yang sekarang tingkatan obi (sabuk)-nya sudah melampaui saya (namun tidak dengan tingkatan NIK-nya ;p), dan dengan begitu benarlah kata pepatah: "guru kencing berdiri, murid kencing bernanah... eh berlari ding."

*ehem*... 

Kembali ke postingan...

Untuk dapat memahami suatu istilah, mau tidak mau kita harus memahami unsur-unsur dari istilah tersebut, jadi tunggu apa lagi?... markipret (mari kita preteli) satu persatu:

Kita mulai dari kata jodan.

Jo-dan adalah gabungan dari dua kata yaitu "jo" dan "dan" (ya iyalah, duh); "jo" diartikan sebagai atas/ tinggi, sedangkan "dan" berarti tingkat/ tahap, jadi arti dari "jodan" adalah tingkat atas.

[Seperti yang kita semua tahu (iya kan?) di dalam seni beladiri Jepang, tubuh manusia itu dibagi menjadi 3 (tiga) bagian besar yaitu ada yang "bawah" (jep: "ge"), "pertengahan" (jep: "chu"), dan "atas" (jep: "jo"). Untuk patokan pastinya sih tidak ada, tapi secara umum disepakati bahwa pinggul ke bawah adalah "ge", leher ke atas ialah "jo", dan sisanya yaitu "chu".]

Sedangkan -zuki (atau tsuki-) sendiri memiliki arti pukulan/ memukul; sehingga secara garis besar jodan zuki (bukan jodan tsuki) didefinisikan sebagai pukulan tingkat atas.

Ironisnya, definisi inilah yang kemudian justru sering disalahpahami, banyak sekali pe-budo, terutama yang berasal dari luar (ataupun yang ogah mempelajari bahasa) Jepang, memahami istilah ini sebagai "pokoknya kalau sasaran pukulannya kepala namanya ya jodan zuki." Mereka menjadikan "sasaran" sebagai patokannya, dan akibatnya (meski tidak kita sadari) istilah jodan zuki ini pun menjadi plin-plan serta tidak konsisten maknanya.

Kenapa saya (berani) bilang begitu? Tentu ada alasannya bukan?

Kalau kepala lawan sejajar tingginya dengan kepala kita, dan kita menyerang kepalanya (dengan menggunakan teknik pukulan), jelas serangan itu disebut jodan zuki. Namun bagaimana kalau seperti ini: (1) kita dalam posisi berdiri sedangkan lawan dalam posisi duduk di lantai sehingga kepala lawan sejajar tingginya dengan pen... eh perut kita; saat kita melancarkan pukulan ke arah muka lawan, disebut apakah pukulan itu? jodan zuki kah?; atau (2) saat kita berniat menghabisi lawan yang sudah terkapar di lantai dengan memukul kepalanya, apa pukulan itu disebut jodan zuki juga? [jawab: sama sekali bukan].
Jodan zuki... pukulan ke arah kepala atau pukulan setinggi kepala?
Saya jadi teringat dengan pelatih saya dulu saat (berulang kali) menjelaskan tentang "arah pukulan" ini kepada kami para muridnya. Beliau selalu berkata: "bayangkan di depanmu ada bayanganmu sendiri di cermin, nah arahkan seranganmu ke bayangan itu" [perlu diingat bahwa beliau bersabda seperti itu dengan asumsi bahwa kami sedang dalam sikap ku no ji tachi (atau zen kutsu dachi, atau ko kutsu dachi, ataupun sikap berdiri lainnya)]; tentu saja saat itu saya tidak mengerti babar blas maksud dari ucapan beliau tersebut ;p, namun seiring dengan semakin tingginya tingkatan (dan juga pemahaman saya) saya pun menangkap pesan itu sebagai "kalau kita melakukan serangan jodan lakukanlah setinggi 'jo' kita (demikian pula dengan serangan chudan ataupun gedan yang dilakukan sejajar dengan 'chu' dan 'ge' kita)."

Dengan begitu, istilah jodan zuki (dan juga chudan maupun gedan zuki) ini pun menjadi baku dan konsisten, karena tubuh kita-lah yang menjadi patokannya, bukan sasaran yang bisa berubah-ubah letak serta tingginya. Jadi, semisal kita melancarkan teknik pukulan ke arah perut lawan yang (entah bagaimana) tingginya sejajar dengan kepala kita, maka pukulan itu adalah jodan zuki dan bukan... sekali lagi BUKAN chudan zuki.

[Betewe, "jodan zuki" yang biasa kita (para kenshi) lakukan dalam kihon akan lebih tepat (dan lebih spesifik) bila disebut "jodan choku seiken zuki".]

Tapi ini sih pemahaman saya belaka, bagaimana dengan Anda?


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 11:15 AM

0 komentar:

Post a Comment

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB