Pariwara

Followers

Melawan Rasa Malas ala Orang Jepang

Posted by Yonatan Adi on 2:49 PM

Pernahkah Anda merasa malas saat akan berangkat ke dojo untuk berlatih beladiri?

Tidak pernah?

Berarti Anda tidak butuh artikel ini... hehe bercanda.

Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya malas, dan tidak hanya saat akan berlatih beladiri saja. Mungkin Anda pernah merasa malas saat akan berangkat kuliah, tidak jarang pula Anda merasa malas untuk berangkat kerja, atau mungkin Anda sering malas gerak alias mager?

Yang jelas, rasa malas itu tidak boleh kita turuti dan harus kita lawan.

Mungkin tidak dengan malas berangkat kerja (karena Anda bisa dipecat dari pekerjaan Anda), saat Anda menuruti rasa malas Anda sekali saja, Anda akan terus tergoda untuk menurutinya lagi di lain waktu.

Malas berangkat latihan beladiri misalnya, saat Anda pertama kali menuruti rasa malas tersebut (dan membolos dari latihan), mungkin akan ada perasaan tidak enak di hati Anda, selain itu Anda juga akan merasa kesulitan untuk mencari alasan guna disampaikan kepada pelatih ataupun sensei Anda. Tetapi, lama-kelamaan, karena terus menuruti kemalasan Anda, perasaan tidak enak di hati Anda akan hilang dan Anda akan semakin lihai mengemukakan alasan untuk tidak mengikuti latihan.

{Kalau Anda masih kesulitan mencari alasan juga, silakan pakai beberapa alasan untuk men-skip latihan berikut ini ;D}.

Terus bagaimana cara melawan rasa malas itu?

Sebelum menjawabnya, kita perlu tahu terlebih dulu darimana sih rasa malas tersebut muncul.

Setiap saat, sebagian besar dari kita pasti akan selalu memiliki tujuan/ goal yang baru, namun (sayangnya) sering kali tujuan/ goal tersebut tidak berhasil kita raih. Pada akhirnya, karena terus mengalami kegagalan, kita akan meyakinkan diri kita sendiri bahwa kita memang belum siap untuk meraih tujuan tersebut dan akan menunda semua usaha untuk meraih tujuan itu, bisa minggu depan, bulan depan, ... atau bahkan tahun depan.

Image dari pexels.com
Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya cukup mudah: karena kita berusaha untuk meraih terlalu banyak dalam jangka waktu yang terlalu singkat; atau karena kita merasa tidak nyaman dengan tanggung jawab yang baru; atau karena kita merasa kesulitan untuk mengubah kebiasaan lama dan mencoba sesuatu yang baru.

Perkenalkan "Kaizen", atau prinsip satu menit

Dalam budaya Jepang, terdapat sebuah praktek kebiasaan yang disebut dengan "kaizen" atau 'prinsip satu menit untuk pengembangan diri'.

Kata kaizen sendiri terdiri atas dua karakter huruf kanji yaitu 'kai' (berubah) dan 'zen' (kebijaksanaan). Inti dari metode yang dicetuskan pertama kali oleh Masaaki Imai ini adalah: Seseorang disarankan untuk melatih atau mengerjakan suatu kegiatan (terutama kegiatan yang kurang disukai) selama satu menit, setiap harinya.

Cukup gampang bukan?

{Bahkan kalau Anda juga mempraktekkan metode Tabata setiap harinya, Anda masih memiliki waktu sebanyak 23 jam 55 menit untuk melakukan hal lain (24 jam dikurangi 1 menit untuk kaizen dan 4 menit untuk Tabata)}.

Tentunya tidak akan terasa berat bagi seseorang--semalas apapun orang itu--untuk melakukan suatu kegiatan dalam waktu yang sesingkat itu bukan?

Tidak peduli apakah itu melakukan sit-up, melatih kecepatan dan tenaga tendangan, ataupun membaca buku; dengan waktu yang cuma 60 detik, "tugas" tersebut tidak akan terasa berat dan menyiksa tetapi justru akan menjadi suatu aktivitas yang menyenangkan dan memberi kita kepuasan tersendiri.

Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Dengan melakukan suatu hal sedikit demi sedikit, Anda telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai hasil yang besar.

Untuk mengatasi rasa rendah diri, dan juga untuk membebaskan diri kita dari rasa bersalah dan perasaan tidak berdaya, penting bagi kita untuk selalu merasakan kemenangan dan keberhasilan kecil setiap saat. Perasaan itu, secara bertahap, akan membuat kita ingin melakukan kegiatan yang telah kita kerjakan tersebut sedikit lebih lama lagi--mungkin pada awalnya hanya 1 menit lebih lama, tapi lama kelamaan akan menjadi 5 menit lebih lama, setengah jam lebih lama, dan seterusnya.

Sekilas, metode ini terlihat meragukan dan tidak efektif, terutama bagi kita yang sudah terbiasa dengan mindset "kita harus berusaha keras untuk bisa meraih sesuatu". Tetapi usaha yang terlalu keras malah akan menghabiskan tenaga seseorang dan membuatnya lelah hayati, lama-kelamaan doski merasa bosan dan pada akhirnya usaha yang dilakukannya tidak menghasilkan apa-apa.

Kaizen, dilain pihak, bisa dikerjakan oleh siapapun dan di bidang kehidupan apapun. Yang harus Anda lakukan hanyalah mengetahui dan memahami apa yang ingin Anda raih.

Sudahkah Anda melakukan metode kaizen ini? Kalau sudah, jangan sungkan untuk membagikan hasilnya di kolom komentar ya.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 2:49 PM

0 komentar:

Post a Comment

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB