Pariwara

Followers

Jembatan Kenshi... eh Jembatan Keledai

Posted by Yonatan Adi on 3:12 PM

Jembatan keledai.

Pernah mendengar istilah ini? (dan bukan, jembatan keledai bukanlah jembatan yang terbuat dari keledai atau jembatan yang khusus dilewati oleh keledai).

Kalau Anda belum tahu, jembatan keledai adalah suatu metode menghafal atau mengingat yang sering digunakan di sekolah jaman saya dulu (gak tau kalau sekarang).

Kenapa dinamakan jembatan keledai dan bukan jembatan monyet misalnya? Metode ini disebut jembatan keledai karena dengan menggunakan "jembatan" ini, keledai yang bodoh pun masih bisa menyeberang. Keledai (bukan monyet) memang sering dianggap sebagai lambang kebodohan. Anda tentunya pernah mendengar peribahasa: "Hanya keledai yang jatuh ke lubang yang sama dua kali" yang berarti: "Hanya orang bodoh yang mengulangi kesalahan yang sama", bukan?
Gambar dari pixabay.com
Jembatan keledai ini biasanya tersusun atas kata, suku kata, dan atau huruf-huruf dari suatu hal (bisa berupa susunan kata, urutan, daftar, cara berpikir, dan sebagainya) yang ingin dihafal sehingga terbentuk "kata" atau "kalimat" yang menarik dan mudah diingat.

Beberapa contoh jembatan keledai antara lain:
  • "mejikuhibiniu" -- untuk mengingat urutan warna pelangi yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
  • "Bebek meninggal karena sri bawa racun" -- untuk mengingat urutan tabel periodik unsur golongan IIA yang terdiri atas berilium (Be), magnesium (Mg), calsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra)
  • "Pipa landa" (dibaca: pipo londo = pipanya orang belanda) -- untuk mengingat urutan pengerjaan operasi matematika ping, para, lan suda [= perkalian, pembagian, baru pengurangan (atau penjumlahan)].
Sayangnya, metode menghafal seperti ini agaknya sudah mulai dilupakan, terbukti saat saya bertanya kepada adik-adik kenshi saya yang masih duduk di bangku SMA tentang jembatan keledai, hampir semuanya mengaku tidak tahu.

Tetapi tahukan Anda bahwa selain di bidang pendidikan, jembatan keledai ini juga bisa digunakan di berbagai bidang kehidupan lain seperti misalnya seni beladiri (meskipun menurut saya seni beladiri juga adalah sebuah metode pendidikan, karena dalam seni beladiri, kita tidak hanya belajar teknik/cara "berkelahi" saja, tetapi kita juga dididik untuk disiplin, sabar, mau menjalani proses, memiliki jiwa pemimpin, pantang menyerah, dan masih banyak lagi yang lain).

Salah satu contoh penerapan jembatan keledai di dalam seni beladiri adalah untuk menghafal urutan waza/teknik dalam kumi embu.

Anda yang seorang kenshi (praktisi Shorinji kempo) tentunya tahu apa itu kumi embu. Bagi yang belum tahu, kumi embu, secara garis besar, adalah urut-urutan waza yang dilakukan secara berurutan (dan saling berbalasan), yang biasanya dilakukan saat seorang kenshi menempuh ujian kenaikan tingkat.

(Sekedar ingin tahu saja, apakah dojo Anda memasukkan materi kumi embu ini ke dalam latihan rutin? Kendati menurut saya seharusnya memang begitu, di dojo saya sendiri kumi embu ini sangat jarang sekali dilatihkan dalam latihan rutin ;D.)

Anda yang kenshi "tua" tentunya masih ingat dengan "rukgusukrk" (yang merupakan jembatan keledai dari ryusui geri, uchi uke zuki, kote nuki, gyaku gote, uwa uke geri, shita uke geri, uwa uke zuki, katate yori nuki, ryote yori nuki, dan katate okuri gote) bukan?

Selain dalam kumi embu, jembatan keledai ini tentunya juga bisa dipakai untuk menghafal urut-urutan gerakan dalam tan'en hokei misalnya, atau untuk menghafalkan macam-macam olah tubuh (atau tai sabaki), dan masih banyak lagi, kita hanya perlu kreatif saja.

Untuk menghafal macam-macam kamae misalnya, seperti yang Anda tahu, di Shorinji kempo ada 17 macam kamae/sikap (hayo... ngaku siapa yang gak hafal) yang dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu "byakuren kamae" (8) dan "giwa kamae" (9).

Berikut adalah contoh jembatan keledai buatan saya untuk menghafal 17 macam kamae tersebut:

[1] Untuk byakuren kamae: "tai mia gaman khasnya gaban" (*gaman = senjata) untuk menyingkat taiki kamae, midare kamae, aiki kamae, gyaku taiki kamae, manji kamae, hassho kamae, gassho kamae, dan byakuren chudan kamae

[2] Untuk giwa kamae: "yoko tate gara-gara nipu geichuke" untuk menyingkat yoko musho kamae, tate musho kamae, gyaku gedan kamae, nio kamae, fukko kamae, gedan kamae, ichiji kamae, chudan kamae, dan kesshu kamae.

Gimana, menghafal jadi lebih mudah bukan?

Anda juga bisa kok membuat jembatan keledai versi Anda sendiri, Anda bisa mengkaitkan jembatan keledai tersebut dengan sesuatu yang menjadi kegemaran Anda, dengan begitu menghafal akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan bagi Anda.

Btw, jembatan keledai ini ternyata juga sudah ada sejak jaman keemasan Naruto *ehem* ninja lho. Anda bisa membaca metode jembatan keledai "ekstrim" yang dikembangkan oleh para ninja di postingan saya tentang menyimpan ingatan ala ninja.

Semoga bermanfaat dan terimakasih.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 3:12 PM

0 komentar:

Post a Comment

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB