Pariwara

Followers

Filosofi Hidup dalam Kesshu

Posted by Yonatan Adi on 1:26 PM

Tempo hari, saat sedang melatih seorang minarai yang baru saja memulai latihannya, saya mendapat pertanyaan yang sangat jarang ditanyakan, apalagi oleh seorang minarai. Pertanyaannya adalah sebagai berikut: "Kenapa dalam sikap kesshu tangan kiri posisinya selalu memegang tangan kanan?"

Ada yang bisa membantu menjawab?

[Bagi Anda yang belum tahu, sikap kesshu adalah salah satu dari 17 sikap (atau kamae) dalam Shorinji kempo yang biasanya dilakukan saat mengucapkan janji dan ikrar kenshi, saat mendengarkan instruksi/ penjelasan dari senpai/ sensei, saat mengaplikasikan beberapa waza/ teknik, dan juga saat "beristirahat"].

Di dalam seni beladiri, seperti juga di dalam berbagai bentuk kesenian yang lain, terkandung banyak sekali filosofi. Beberapa diantaranya (atau semuanya?) tidak hanya bisa diterapkan di dalam seni yang bersangkutan, tetapi juga bisa diterapkan ke dalam cabang-cabang seni yang lain, dan bahkan bisa diterapkan juga di dalam kehidupan.

Filosofi-filosofi tersebut terkadang juga ada yang saling berkaitan (baca: bisa dihubung-hubungkan) antara satu bentuk kesenian dengan bentuk kesenian yang lain. Contoh paling gampang adalah "kaisho - gyosho - sosho" dalam seni kaligrafi dengan "shu - ha - ri" dalam seni beladiri.

Kembali ke pertanyaan di atas? Pernahkah pertanyaan tersebut terlintas di dalam pikiran Anda? Apakah kalau mendapat pertanyaan seperti itu Anda akan bisa menjawab?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut di atas, mari kita lihat sebuah fakta yang cukup menarik berikut ini: "90% orang di dunia lebih memilih menggunakan tangan kanannya untuk melakukan berbagai aktivitas seperti menulis, memegang, memukul, dan lain-lain". Dengan kata lain, dari 7 milyar populasi dunia saat ini (sampai dengan 31 Oktober 2011 menurut PBB), hanya 700 juta saja yang kidal.

Photo creditWikimediaImages
Kalau Anda penasaran kenapa bisa begitu serta tak kunjung juga mendapatkan jawaban, jangan khawatir, karena ilmuwan pun sampai saat ini juga belum menemukan jawabannya. "Itu (kenapa ada orang yang kidal dan kenapa ada orang yang "normal") adalah pertanyaan yang sangat bagus, tetapi kami tidak tahu jawabannya", kata David P. Carey, neuropsikologis dari Universitas Bangor, Inggris.

Lantas ada hubungan apa antara fakta tersebut dengan pertanyaan si minarai di atas?

Anda pasti tahu bahwa salah satu tujuan dari latihan seni beladiri adalah mengembangkan (kearah yang lebih baik) karakter praktisinya, bahwa salah satu tujuan seni beladiri adalah membentuk manusia yang "lebih baik".

Sayangnya (dan sewajarnya) kita tidak akan pernah bisa selalu jadi "baik", terkadang (atau seringkali?) kita juga bisa berbuat "buruk". Dan tangan mana yang kita pakai untuk melakukan keburukan itu? Tentu saja tangan yang dominan yaitu tangan kanan.

Itulah sebabnya dalam posisi kesshu tangan kiri selalu memegang tangan kanan. Filosofinya adalah: "Tangan dominan kita yaitu tangan kanan ditahan oleh tangan kiri supaya tidak berbuat buruk".

Dengan dasar yang sama kita juga akan bisa menjawab pertanyaan yang hampir sama seperti: "Kenapa saat melakukan sazen (meditasi duduk) kaki kiri selalu ditompangkan di atas kaki kanan" atau "Kenapa saat memakai dogi sisi sebelah kiri selalu menutup sisi sebelah kanan", dan sebagainya.

Di dalam seni beladiri, segala sesuatu yang terlihat sepele pasti menyimpan filosofi hidup yang cukup dalam. Jadi selamat buat Anda yang sedang belajar seni beladiri, karena Anda tidak hanya belajar teknik-teknik untuk membela diri saja (yang tentu saja penting), tetapi yang jauh lebih penting Anda juga belajar tentang hidup dan kehidupan.

Setuju dengan saya?


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 1:26 PM

0 komentar:

Post a Comment

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB