Pariwara

Followers

Keseimbangan dalam Seni Beladiri

Posted by Yonatan Adi on 11:34 AM

Menjaga keseimbangan mungkin adalah salah satu perkara yang paling sulit dilakukan dalam seni beladiri. Mungkin mudah saja bagi Anda untuk berdiri diam dengan satu kaki, tetapi cobalah mendarat dengan satu kaki setelah melakukan tendangan lompat misalnya... sulit bukan?

Kabar buruknya banyak sekali teknik dan atau jurus/ katakihon hokei dalam seni beladiri yang mengharuskan kita untuk tetap berdiri seimbang (dengan satu ataupun kedua kaki) setelah melakukan suatu gerakan entah itu menendang, melompat, ataupun gerakan-gerakan yang lainnya. 

Apa itu keseimbangan?
Tak kenal maka tak sayang, sebelum membahas lebih jauh, kita harus tahu terlebih dulu apa yang dimaksud dengan keseimbangan. Menurut Wikipedia keseimbangan adalah: "The ability to maintain the line of gravity of a body within the base of support with minimal postural sway" (definisi ini saya ambil dari Wikipedia versi bahasa Inggris dan sengaja tidak saya terjemahkan karena saya kesulitan menterjemahkan kalimat tersebut tanpa mengubah artinya).

Intinya, keseimbangan adalah kemampuan kita untuk tetap berdiri tegak dengan satu ataupun kedua kaki tanpa harus "bergoyang-goyang" terlalu banyak.

Gambar dari pixabay.com
Untuk dapat mempertahankan keseimbangan, kita membutuhkan input dari tiga sistem yaitu:
  • Mata: indera penglihatan kita akan mendeteksi setiap perubahan posisi tubuh dan hubungan relatifnya dengan lingkungan disekitarnya.
  • Telinga: sistem vestibuler di telinga bagian dalam mendeteksi gerakan kepala dan juga bekerjasama dengan indera penglihatan untuk mendeteksi arah dan kecepatan rotasi serta membantu kita untuk bergerak dalam satu garis lurus.
  • Otot dan ligamen: proprioseptor yaitu suatu reseptor sensorik yang terdapat di sekitar sendi akan membantu kita untuk mengetahui posisi relatif dari anggota badan kita dan kaitannya dengan anggota badan yang lain.
Ketika ketiga mekanisme keseimbangan ini mendeteksi adanya perpindahan pusat gravitasi keluar dari dasar pendukungnya (dalam hal ini area diantara kedua kaki kita) dan kita mulai kehilangan keseimbangan maka tubuh akan melakukan koreksi secara otomatis untuk mengembalikan keseimbangan tersebut.

Sinyal saraf akan dikirimkan ke otot (-otot) dimana koreksi tersebut dibutuhkan, kemudian otot (-otot) tersebut akan berkontraksi/ berelaksasi tergantung kebutuhan dan akan terus berkontraksi/ berelaksasi secara bergantian hingga keseimbangan kembali pulih.

Jumlah otot dan ligamen yang terlibat untuk melakukan koreksi tergantung pada besar kecilnya keseimbangan yang hilang. Kalau keseimbangan yang hilang cukup kecil, sebagian besar koreksi hanya akan terjadi di engkel (dengan asumsi posisi kita berdiri). Semakin besar keseimbangan yang hilang maka otot-otot yang terlibat juga akan semakin banyak (lutut, pinggang, lengan, badan, dan sebagainya).

Apa itu dasar pendukung dan dimana letak pusat gravitasi tubuh kita?
Dasar pendukung (atau base of support) pada prinsipnya adalah jarak antara kedua telapak kaki kita. Kalau Anda berdiri dengan kuda-kuda yang lebar, maka dasar pendukung Anda akan lebih besar daripada kalau Anda berdiri dengan kedua telapak kaki yang saling berdekatan atau saat Anda berdiri dengan satu kaki.
 
Base of support Photo credit: chris (dengan perubahan) | wikipedia.org
Dengan dasar pendukung yang besar, pusat gravitasi kita bisa bergerak (secara horizontal) lebih jauh sebelum keluar dari area dasar pendukungnya (dan kita kehilangan keseimbangan).

Pusat gravitasi tubuh manusia sendiri terletak di tengah-tengah tubuh yaitu di suatu titik yang terletak sekitar 5 cm dibawah pusar--dalam seni beladiri titik ini disebut dengan tanden atau dantian.

Keseimbangan yang baik akan kita dapatkan apabila: (1) dasar pendukung kita besar (baca: lebar), (2) jarak antara pusat gravitasi dengan permukaan tanah yang tidak terlalu jauh, serta (3) penjajaran (alignment) leher dan tulang belakang (punggung) dalam satu garis lurus. Ketiga hal ini bisa didapatkan dari kuda-kuda yang lebar, kedua lutut yang sedikit ditekuk, dan juga badan yang tegak (tidak bungkuk).

Bagaimana caranya menjaga keseimbangan saat bergerak?
Ketika bergerak usahakan dasar pendukung kita tetap lebar, pertahankan punggung yang tegak serta tidak bungkuk, dan jangan sampai pusat gravitasi kita keluar dari area dasar pendukungnya. Usahakan juga letak pusat gravitasi yang serendah mungkin (lutut tetap ditekuk) saat kita bergerak.

Kalau kita terpaksa harus "mengorbankan" salah satu dari ketiga unsur keseimbangan (dasar pendukung yang lebar, pusat gravitasi yang rendah, atau tulang belakang yang lurus) tersebut, maka kita harus mengkompensasi hal itu dengan dua unsur yang lain. Misalnya di dalam sebuah jurus kita harus mendekatkan kedua telapak kaki kita, maka kita harus mempertahankan punggung yang tegak (supaya pusat gravitasi tidak keluar dari area dasar pendukung yang menjadi lebih kecil) dan menekuk lutut kita lebih 'dalam' supaya pusat gravitasi kita menjadi lebih rendah.

Tetapi kalau Anda merasa bahwa keseimbangan Anda 'buruk', Anda tidak perlu berkecil hati. Keseimbangan bisa dilatih dan ditingkatkan dengan cara melatih sistem vestibuler dan proprioseptif (beberapa diantaranya akan saya bahas di artikel berikutnya), serta dengan berlatih gerakan dasar dari seni beladiri yang Anda tekuni.

Demikian yang bisa saya bagikan, semoga berfaedah.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 11:34 AM

0 komentar:

Post a Comment

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB