Pariwara

Followers

Sebuah Pratinjau Singkat tentang Kyusho

Posted by Yonatan Adi on 8:43 AM

Kyusho, atau yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai "vital point" dan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "titik kelemahan", adalah area anatomi di tubuh manusia yang boleh dibilang rapuh sehingga seringkali dimanfaatkan dalam seni beladiri untuk menimbulkan rasa sakit dan cedera, bahkan di tangan seorang ahli bisa mematikan. 

Pengetahuan tentang kyusho akan amat sangat berguna terutama jika kita terpaksa harus melawan seseorang yang lebih besar dan lebih kuat daripada kita.

Photo credit: KVDP
Sayangnya, kyusho ini telah berubah menjadi sesuatu yang berbau "supranatural". Salah satu biang keroknya adalah George A. Dillman, seorang master dari ryukyu kempo karate. Dillman menyebut seni beladiri yang memanfaatkan kyusho ini sebagai kyusho-jitsu

Seni beladiri yang dikembangkan oleh Dillman ini mengundang banyak kontroversi. Sebagian besar kontroversi tersebut berasal dari pernyataan Dillman yang mengklaim bahwa dirinya mampu--dengan memanfaatkan kyusho dan chi--meng-KO seseorang tanpa perlu menyentuhnya. Dillman bahkan ngeyel untuk membuktikan hal tersebut secara ilmiah. 

Pada September 2005 salah satu episode National Geographic Channel's Is It Real? menayangkan demonstrasi dari Dillman. Di program tersebut, seorang instruktur kyusho-jitsu, Leon Jay, gagal meng-KO Luigi Garlaschelli seorang peneliti dari CICAP (CICAP adalah organisasi non profit dari Italia yang meneliti fenomena supranatural dan pseudoscientific).

Alas... *ehem* penjelasan Dillman atas kegagalan tersebut adalah sebagai berikut:
"The skeptic was a totally non-believer. Plus — I don't know if I should say that on film — but if the guy had his tongue in the wrong position in the mouth, that can also nullify it [qi power]. You can nullify it — you can nullify a lot of things. In fact, you can nullify it if you raise those two big toes! If I say I'm going to knock you out, and you raise one toe, and push one toe down... I can't knock you out. And then, if I go to try again, you reverse it. If you keep doing this, I won't knock you out."


Halah... aya-aya wae... ;-D

Mengutip kata-kata dari Gichin Funakoshi: 

“It is advantageous to those who train in Karate-do to know about the vital points (Jintai Kyusho) of the human body. For example, if the face is attacked with equal strength first at a random point and next at a vital point, there would be a considerable difference in the effect of blows. In other words, by vital points, the parts of the body where a blow would be comparatively effective are specified.” 

Dengan kata lain, serangan pada kyusho akan jauh lebih efektif daripada serangan dengan jenis dan tenaga yang sama pada bagian tubuh yang lain.

Senada dengan hal itu, Bob Boardman, seorang pengamat dan ahli boxing (tinju), menulis dalam The Boxer and the Wrestler pada 15 Maret 1934: 

"A 'Knockout Punch' is one that renders the receiver unable to face his opponents for no less than 10 seconds. It is a blow landed to some vulnerable spot on the anatomy."

Dua orang ahli yang terpisah ribuan kilometer ini ternyata sepakat pada satu hal: kyusho hanya bisa dimanfaatkan (baca: diserang) dengan melakukan kontak fisik.

Saking efektif dan mematikannya, serangan ke arah vital point tidak diperbolehkan pada pertandingan olahraga beladiri. Bahkan Mixed Martial Arts (MMA), yang dikenal sebagai olahraga beladiri "tanpa aturan", melarang serangan ke arah bagian-bagian tertentu dari tubuh manusia. Berdasarkan aturan resmi UFC, seorang fighter dianggap melakukan pelanggaran apabila:
  • Menyerang mata lawan dengan cara apapun
  • Menyerang organ vital (kemaluan)
  • Menyerang tulang belakang atau bagian belakang kepala
  • Menyerang tenggorokan dengan cara apapun
  • Mencakar, mencubit, atau menggigit
  • Mencengkeram klavikula (tulang selangka)
Kalau kita cermati satu persatu:
  • Mata adalah salah satu kyusho yang disebut "ryogan"
  • Organ vital dalam hal ini testis adalah kyusho yang sangat terkenal :p, disebut "kinteki" dalam bahasa Jepang
  • Beberapa kyusho yang "berbahaya" terletak di sepanjang tulang belakang diantaranya keichu, shindo, reidai, dan chokyo
  • "Bukkotsu" (windpipe) adalah kyusho di daerah tenggorokan yang paling berbahaya karena apabila titik tersebut ditekan dapat menutup saluran napas
  • Klavikula sendiri adalah tulang yang "cukup lemah", selain itu disitu juga terdapat beberapa titik kyusho yang salah satu diantaranya adalah "kisha"
Mari kita lihat efek yang diakibatkan oleh serangan pada beberapa titik kyusho tersebut:
  • Serangan ke arah bagian belakang kepala sangatlah berbahaya dan bisa mengakibatkan gegar otak bahkan dislokasi atau patah tulang leher
  • Serangan pada keichu (titik kyusho di leher belakang) bisa menyebabkan cedera pada otak besar, saraf pusat, dan saraf tepi dengan akibat yang paling "ringan" adalah pingsan. 
  • Serangan pada kinteki bisa menyebabkan madesu alias masa depan suram ;D
Kendati banyak sekali "titik kelemahan" yang dilarang untuk diserang, masih ada beberapa kyusho seperti "mikaduki" (rahang) dan "suigetsu" (solar pleksus/ulu hati) yang masih diperbolehkan untuk diserang dalam olahraga tinju maupun olahraga beladiri yang lain termasuk MMA.

Namun perlu diketahui bahwa meskipun berbahaya dan mematikan, kyusho adalah titik yang sama yang dipakai untuk pengobatan acupuncture (tusuk jarum) dan acupressure.

Kyusho adalah sebuah titik dimana seorang praktisi seni beladiri dilatih untuk secara insting mengarahkan serangan kearah sana, apa efeknya adalah urusan belakangan, karena hal yang paling penting (apabila kita terpaksa terlibat) dalam perkelahian adalah "menghabisi" (baca: melumpuhkan) lawan secepat dan seefektif mungkin.

Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 8:43 AM

2 komentar:

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB