Pariwara

Followers

Memukul dengan Tinju vs. Memukul dengan Telapak Tangan

Posted by Yonatan Adi on 9:21 AM

Ada sebuah pepatah dari negeri Cina yang pernah saya baca di manga/ komik "Kenji" yang mengatakan:

"Lebih baik terkena tendangan daripada terkena tinju,
lebih baik terkena tinju daripada terkena siku,
lebih baik terkena siku daripada terkena tapak,
lebih baik terkena tapak daripada terkena totok".

Dari pepatah tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pukulan dengan menggunakan telapak tangan dianggap lebih berbahaya daripada pukulan dengan menggunakan tinju/ kepalan tangan.

Tetapi benarkah demikian?

Kalau Anda pernah membaca postingan saya tentang kenapa petinju memakai sarung tinju, Anda tentunya sudah tahu bahwa memukul dengan tinju (kepalan tangan)--meskipun sangat efektif untuk meng-KO lawan--beresiko menyebabkan cedera (baca: patah) pada tulang-tulang kecil di tangan.

Telapak tangan, di lain pihak, mempunyai 'bantalan' otot yang cukup tebal yang berfungsi seperti gloves yang melindungi tulang-tulang di telapak tangan saat dipakai untuk memukul.

Photo credit: Kurmis
Beberapa ahli beladiri juga mengatakan bahwa telapak tangan memang lebih efektif dan lebih aman kalau dibandingkan dengan tinju.

Akan tetapi, sebelum Anda menyetujui atau menyangkalnya, mari kita lihat terlebih dulu keuntungan maupun kerugian dari memukul dengan tinju dan memukul dengan telapak tangan.

# Keuntungan memukul dengan tinju/ kepalan tangan

1. Tenaga lebih terfokus.
Saat Anda memukul menggunakan kepalan tangan, bagian yang mengenai sasaran biasanya adalah buku-buku jari telunjuk dan jari tengah. Tenaga pukulan Anda akan terfokus pada daerah yang cukup kecil (jika dibandingkan dengan telapak tangan).

Gambar dari pixabay.com
Kenapa ini penting? Menurut hukum fisika, P = F ÷ A dimana P adalah tekanan, F adalah gaya, dan A adalah luas permukaan; semakin kecil luas permukaan ~ tekanan akan semakin besar. Kira-kira lebih mudah mana menusuk batang pohon dengan jarum atau dengan jari telunjuk Anda? Tentu saja dengan jarum yang luas permukaan ujungnya jauh lebih kecil daripada ujung jari telunjuk Anda bukan?

(Baca juga: Hubungan antara Seni Beladiri dengan Hukum Newton)

2. Kepalan tangan terdiri atas tulang.
Pendapat umum mengatakan bahwa tulang lebih keras daripada otot, dan pendapat ini memang benar adanya, akan lebih mudah bagi Anda untuk melumpuhkan lawan dengan cara meninju daripada dengan menamparnya misalnya. 

3. Memukul dengan tinju adalah hal yang alami.
Bagi sebagian besar dari kita, memukul dengan tinju merupakan hal yang alami. 

# Kerugian memukul dengan tinju/ kepalan tangan

1. Patah tulang tangan.
Banyak orang mengalami patah tulang tangan saat memukul dengan tinju, bahkan seorang petinju berpengalaman sekelas Mike Tyson sekalipun pernah mengalami patah tulang tangan saat memukul dengan tinjunya ketika terlibat dalam sebuah pertarungan jalanan.

Tanpa perlindungan gloves, kepalan tangan adalah benda yang rapuh (seperti hati kita ;p), kalau tinju Anda 'bertemu' dengan tulang yang keras seperti tulang kepala misalnya, tangan Anda akan kalah dan mudah sekali patah. 

2. Mengepal (dengan benar) itu sulit.

Gambar dari pixabay.com
Hal ini benar terutama bagi wanita dan orang awam yang tidak pernah belajar beladiri. 

3. Harus tahu target mana yang harus dipukul.
Butuh pemahaman dan latihan khusus untuk dapat mengetahui bagian tubuh mana yang aman dan efektif untuk dipukul dengan tinju serta bagian tubuh mana yang harus dihindari. Kalau Anda memukul dengan tinju Anda, usahakan untuk memukul bagian tubuh yang relatif lunak seperti suigetsu (ulu hati) atau mikaduki (1/3 belakang rahang) dan hindari memukul bagian tubuh yang keras seperti dahi misalnya. 

4. Niat Anda untuk menyerang jelas terlihat.
Saat Anda mengepalkan tangan, lawan dengan mudah bisa menebak kalau Anda berniat memukul mereka. 

# Keuntungan memukul dengan telapak tangan

1. Resiko patah tulang tangan sangat kecil.
Seperti yang saya tulis di awal postingan ini, 'bantalan' lunak di telapak tangan Anda berfungsi seperti sarung tinju sehingga resiko patah tulang sangat kecil bahkan hampir tidak ada. 

2. Hampir semua bagian tubuh bisa menjadi target pukulan.
Berbeda dengan tinju, telapak tangan bisa digunakan untuk memukul hampir semua bagian tubuh seseorang mulai dari ulu hati, rahang, dagu, bahkan dahi. 

3. Anda masih bisa melakukan grappling.
Dengan tangan terkepal Anda hanya akan bisa memukul, sedangkan dengan tangan terbuka, selain memukul Anda juga masih bisa melakukan grappling untuk membanting, memuntir, ataupun mencekik lawan. 

4. Niat Anda untuk menyerang tidak terlihat.
Dengan posisi tangan terbuka Anda bisa menyembunyikan niat Anda untuk memukul, Anda bisa saja berpura-pura 'menyerah' dengan mengangkat tangan Anda sambil berkata: "Damai aja gan", atau "Gue ngga mau berkelahi bro", dan sebagainya lalu tiba-tiba memukul karena posisi tangan yang sudah pas untuk melakukan pukulan. 

# Kerugian memukul dengan telapak tangan.
1. Bagi yang terbiasa memukul dengan kepalan tangan, memukul dengan telapak tangan mungkin akan terasa sedikit 'aneh'.


__________

Itulah dia beberapa keuntungan maupun kerugian dari memukul dengan menggunakan tinju dan memukul dengan menggunakan telapak tangan. Meskipun secara umum memukul dengan telapak tangan memang lebih aman bagi (tangan) kita, kita bisa melatih kepalan tangan untuk menjadi lebih kuat misalnya dengan melakukan push up dengan tangan terkepal atau latihan memukul makiwara.

Bagaimana prosesnya sehingga kepalan tangan bisa menjadi lebih kuat? Dengan sering terkena benturan atau tekanan, tulang akan mengalami kerusakan mikro, kerusakan ini kemudian akan diperbaiki oleh kalsium yang kita dapatkan dari makanan yang kita konsumsi. Kalau proses ini terus berulang, tulang akan menjadi lebih 'tebal' dan lebih kuat sehingga lebih tidak rentan patah.

Jadi mana yang Anda pilih? Memukul menggunakan tinju atau memukul menggunakan telapak tangan?

Sumber:
http://www.your-krav-maga-expert.com/Open-Vs-Closed-Hand-Striking.html
https://www.quora.com/Is-it-better-to-strike-with-the-palm-or-closed-fist


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 9:21 AM

1 komentar:

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB