Pariwara

Followers

Pemanasan Statis vs. Pemanasan Dinamis

Posted by Yonatan Adi on 4:38 PM

Anda yang rutin berolahraga tentunya paham betul bahwa pemanasan atau bahasa kerennya warming-up adalah hal yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan sebelum Anda berolahraga (entah itu angkat beban, latihan kardio, ataupun latihan beladiri).

Dengan melakukan pemanasan, tubuh Anda, terutama otot dan persendian, akan... *ehem* 'dipanaskan' sehingga siap untuk melakukan aktivitas olahraga yang berat.

Kendati sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pemanasan dinamis jauh lebih baik daripada pemanasan statis, saya masih banyak melihat olahragawan/wati yang tetap saja ngotot melakukan pemanasan statis (bahkan di dojo seni beladiri saya sendiri) dengan alasan tradisi.

Gambar dari pixabay.com
Bagi Anda yang belum tahu apa itu pemanasan statis dan apa itu pemanasan dinamis, berikut ini adalah penjelasannya.

Pemanasan statis adalah pemanasan yang dilakukan seperti ini: "Tolehkan kepala ke kanan, tahan 10 hitungan, ganti sisi satunya". Pemanasan jenis ini 'memaksa' kita untuk berdiri diam dan hanya sedikit sekali bergerak sehingga detak jantung dan aliran darah tidak (atau sedikit sekali) mengalami peningkatan yang pada akhirnya membuat tubuh secara keseluruhan kurang siap untuk melakukan aktivitas olahraga.

Sebuah penelitian malahan menyebutkan bahwa pemanasan statis ini justru akan melemahkan otot dan membuat otot tidak 'mematuhi perintah' Anda bahkan setelah 30-60 menit sesudah Anda melakukan pemanasan. Penelitian terbaru yang dilakukan di University of Nevada bahkan menyebutkan bahwa kalau kita terbiasa melakukan pemanasan statis, kekuatan otot kita akan mengalami penurunan sampai dengan 30%.

Pemanasan dinamis adalah pemanasan yang dilakukan sambil aktif bergerak, misalnya berlari-lari kecil, melompat-lompat ringan, memutar pinggang ke kanan dan ke kiri secara bergantian, menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan secara bergantian, dan sebagainya.


Akan tetapi, kalau Anda memang 'terpaksa' harus melakukan pemanasan statis (dalam seni beladiri karena disuruh oleh senior Anda dalam misalnya), lakukanlah hal itu setelah melakukan pemanasan dinamis.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa pemanasan dinamis itu lebih baik daripada pemanasan statis.

#1. Pemanasan dinamis akan meningkatkan detak jantung dan memperlancar aliran darah ke otot serta 'memanaskan' otot
Kalau Anda melakukan pemanasan statis ketika otot-otot Anda masih 'dingin'--yang bisa dianalogikan dengan menarik kuat-kuat karet gelang yang sebelumnya disimpan di dalam kulkas--otot Anda akan mudah sekali robek bahkan putus.

#2. Pemanasan dinamis akan meningkatkan ROM (range of motion)
Apabila Anda merasa kesulitan untuk memegang pergelangan kaki Anda dalam posisi kaki selonjor misalnya, pemanasan dinamis akan memudahkan Anda untuk melakukannya. Dengan kata lain, pemanasan dinamis akan membuat tubuh Anda menjadi lebih lentur.

#3. Pemanasan dinamis mempersiapkan otot untuk bergerak
Meskipun secara teknis pemanasan statis juga akan melemaskan otot dan sendi, hal itu tetap tidak ada hubungannya dengan jenis olahraga yang akan Anda lakukan: Anda tentunya berolahraga sambil bergerak bukan?

Entah olahraga Anda itu bola basket, lari, ataupun latihan beladiri, pemanasan dinamis akan mempersiapkan otot-otot tubuh Anda untuk melakukan berbagai macam gerakan yang akan Anda lakukan saat berlatih ataupun bertanding.

#4. Pemanasan dinamis akan menyiapkan Anda secara mental
Pemanasan statis bersifat me-rileks-kan (karena itu akan lebih tepat kalau disebut pendinginan dan lebih baik dilakukan setelah selesai berolahraga), jangan melakukan pemanasan statis sebelum Anda berlatih ataupun bertanding karena hal itu justru akan membuat tubuh Anda 'memasuki' mode istirahat.

#5. Pemanasan dinamis meningkatkan tenaga dan performa otot Anda
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pemanasan dinamis akan meningkatkan kemampuan Anda untuk mengangkat beban ataupun melakukan aktivitas olahraga lain seperti lari, renang, dan lompat. Kalau Anda ingin membangun masa otot, meningkatkan kesehatan jantung dan paru Anda, ataupun ingin lebih kompetitif, pemanasan dinamis adalah pilihan yang lebih baik.


__________

Pemanasan dinamis telah terbukti lebih baik daripada pemanasan statis dalam mempersiapkan tubuh Anda untuk melakukan aktivitas olahraga. Kurangnya pemanasan dinamis bisa menurunkan performa bahkan meningkatkan resiko terjadinya cedera.

Photo credit: Army Medicine
Demikian yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat dan selamat berolahraga.



Nama Anda
New Johny WussUpdated: 4:38 PM

0 komentar:

Post a Comment

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB