Pariwara

Followers

Mixed Martial Arts vs. Street Fighting

Posted by Yonatan Adi on 4:56 PM

Pertandingan olahraga beladiri 'tanpa aturan' seperti Ultimate Fighting Championship (UFC) dan Pride Fighting Championship akhir-akhir ini sedang (kembali) ngetren setelah sebelumnya sempat booming pada akhir tahun 90-an.

Gaya bertarung 'baru' ini mendapat sebutan Mixed Martial Arts (MMA) karena untuk dapat memenangkan pertandingan (selain latihan keras tentu saja) dibutuhkan kombinasi dari berbagai macam teknik dari berbagai aliran seni beladiri seperti gulat, tinju, jujutsu, karate dan juga puluhan seni beladiri lainnya. Tidak diragukan lagi bahwa seorang petarung MMA adalah atlet dengan kemampuan beladiri yang mumpuni.

Photo credit: Unsplash
Tetapi bagaimana jadinya jika seorang petarung MMA terlibat dalam pertarungan jalanan melawan seorang petarung jalanan betulan?

Meskipun pertandingan MMA pra-UFC terlihat sangat brutal, berdarah-darah, dan 'tanpa aturan', pertarungan jalanan masih jauh lebih brutal dan benar-benar TANPA ATURAN. Perlu Anda ketahui bahwa meskipun pertandingan MMA disebut sebagai pertandingan beladiri 'tanpa aturan', namun sebenarnya banyak sekali aturan di dalamnya.

Selain (tentu saja) tidak diperbolehkan untuk membawa dan atau menggunakan senjata dalam bentuk apapun (berbeda dengan pertarungan jalanan dimana lawan Anda sangat mungkin membawa senjata dan tidak ragu-ragu untuk menggunakannya), aturan resmi UFC menyebutkan bahwa seorang fighter dianggap melakukan pelanggaran apabila:
  • menyerang mata dengan cara apapun
  • menyerang organ vital seperti kemaluan
  • menyerang tulang belakang atau kepala bagian belakang
  • menyerang leher bagian depan/tenggorokan dengan cara apapun
  • menyerang (menginjak ataupun menyerang dengan siku) kepala lawan yang sedang terkapar
  • menarik rambut, mencakar, menggigit, atau mencubit
  • mencengkeram tulang selangka
Padahal 'kecurangan-kecurangan' tersebut adalah cara-cara yang paling sering dipakai oleh seorang petarung jalanan untuk mengakhiri pertarungan secepat mungkin.

Kalau seorang atlet MMA berlatih untuk mendapatkan kemenangan 'submission', petarung jalanan 'berlatih' untuk mempertahankan hidup dan atau menghabisi lawannya. Kalau seorang atlet MMA dilatih untuk 'bertarung' selama 5-10 menit, petarung jalanan bertarung dalam waktu 5-10 detik saja.

Karena itulah sangat besar kemungkinannya kalau seorang petarung MMA akan mengalami kesulitan saat menghadapi pertarungan di jalanan

Kalau petarung MMA saja--yang katanya adalah seorang dengan kemampuan beladiri mumpuni--kemungkinan besar akan mengalami kesulitan menghadapi pertarungan jalanan, bagaimana dengan praktisi seni beladiri lain?

Yang salah bukanlah 'ilmu' MMA ataupun 'ilmu' beladirinya melainkan pada cara latihannya. Banyaknya turnamen beladiri/ MMA menyebabkan banyak orang berlatih seni beladiri hanya untuk ambil bagian dalam berbagai turnamen tersebut (dan berharap jadi juara), serta melupakan tujuan dari latihan seni beladiri yang sebenarnya.

Kendati terlihat seperti sebuah 'pertarungan', pertandingan beladiri (MMA) bukanlah pertarungan sebenarnya (meski sama-sama menakutkannya ;D). Di dalam pertarungan jalanan seorang petarung akan berusaha menghabisi lawannya secepat mungkin dan dengan cara apapun, sedangkan dalam MMA seorang atlet terikat dengan berbagai macam aturan (seperti yang saya sebutkan di atas).

Lalu bagaimana cara berlatih yang benar untuk menghadapi pertarungan jalanan?

Jangan... sekali lagi JANGAN 'berlatih' dengan cara menantang geng motor kemudian bertarung mati-matian melawan mereka.

Jangan bilang saya tidak mengingatkan Anda.

Tetapi, kalau Anda berlatih MMA 'hanya' untuk bertanding di UFC misalnya, dan melupakan teknik-teknik yang lebih 'brutal' (yang sering dipakai dan sangat efektif di jalanan) seperti mencolok mata, menyerang kemaluan, menjambak rambut (cyint), menggigit, dan sebagainya, maka kemungkinan besar suatu hari nanti saat Anda terpaksa terlibat dalam pertarungan jalanan (semoga tidak pernah terjadi) Anda akan mengalami kejadian seperti berikut ini:

"Anda berhasil melakukan arm bar pada lawan Anda, tetapi dalam waktu yang bersamaan lawan Anda juga berhasil 'mencolokkan' jarinya ke mata Anda, atau menusukkan pisaunya ke paha Anda, atau bahkan memanggil teman-temannya untuk menghajar Anda beramai-ramai."

Kombinasikan latihan teknik, fisik, dan mental yang Anda dapatkan di MMA dengan 'kesadisan' dan 'kenekatan' dari seorang petarung jalanan, maka Anda akan menjadi seorang petarung yang tak terkalahkan.


Nama Anda
New Johny WussUpdated: 4:56 PM

0 komentar:

Post a Comment

Copyscape

Protected by Copyscape

Blog Archive

Powered by Blogger.

Paling Dilihat

CB